Forum

Artikel: Mengenal Tomcat (Kumbang Paederus) dan Cara Penanggulangannya Rp.0

Artikel: Mengenal Tomcat (Kumbang Paederus) dan Cara Penanggulangannya

Artikel: Mengenal Tomcat (Kumbang Paederus) dan Cara Penanggulangannya

Quantity

Price: Rp. 0,00

Loading Updating cart...

Info Cara Pembelian

1. Tekan tombol "Buy" , selanjutnya akan muncul pop up (halaman baru).
2. Isikan Quantity yang anda inginkan lalu tekan "Add to Cart" dan klik tanda " X "
3. Lanjutkan order barang lainnya atau klik "Checkout" di bagian atas halaman utama.

Artikel: Mengenal Tomcat (Kumbang Paederus) dan Cara Penanggulangannya

Rp.0
Author

Marilah berbagi pandangan dan Pengalaman Anda 

Mohon isikan komentar anda pada kolom komentar dibawah ini untuk berbagi pandangan dan pengalaman anda masing masing.

 
 

Tomcat atau kumbang Paederus adalah serangga yang umum di daerah pedesaaan, Tomcat pada habitat aslinya adalah kumbang pemangsa serangga pemakan daun. Jadi sebenarnya Tomcat adalah sahabat petani yang membantu membatasi penyebaran serangga pemakan daun.

Tomcat sendiri diisukan memiliki racun yang 12 kali lebih ganas dari racun ular kobra, hal tersebut ada benarnya namun bukan berarti benar seutuhnya. Sayangnya isu tomcat ini banyak dipolitisir pihak pihak tertentu untuk kepentingan beberapa pihak. Perbedaan mendasar adalah jika racun ular kobra menyerang jaringan saraf sehingga dapat berakibat fatal maka racun tomcat hanya menyerang bagian kulit. Memang efek kulit melepuh dan gatal sungguh mengganggu dan menyebalkan, tetapi perlu diingat bahwa racun tomcat tidak “mematikan”

Mengapa Tomcat atau kumbang Paederus sampai menyerang ke kota kota ? ini adalah pertanyaan yang harus kita cari jawabannya bersama sama. Dengan semakin menyempitnya lahan pertanian dan semakin eksesifnya pemakaian pestisida di luar dosis yang dianjurkan oleh para petani, disamping itu juga perubahan iklim secara global dipercaya menjadi penyebab utama terganggunya keseimbangan alam. Hal inilah yang menyebabkan masuknya Tomcat ke permukiman penduduk di kota kota

Banyak wacana yang beredar mengenai cara membunuh Tomcat. Sedangkan tomcat sendiri sebenarnya sangat mudah untuk dibunuh jika anda dapat melihatnya secara langsung, anda cukup menggunakan semprotan racun serangga, air panas, ataupun “sandal japit” yang dijamin keampuhannya.

Tetapi yang perlu diantisipasi adalah bagaimana melakukan usaha preventif untuk membunuh tomcat tersebut tanpa harus secara fisik bertemu tomcat tersebut satu persatu untuk dapat membasminya karena sebagian besar serangan adalah ketika kita sedang tidur.  Caranya adalah dengan membersihkan sarang sarang Tomcat di halaman rumah kita dan selanjutnya adalah mencegah masuknya tomcat ke pekarangan rumah kita.

Sekedar saran mengenai masalah "Tomcat" yang berkembang akhir akhir ini. Anda bisa melakukan pembasmian Tomcat dengan  pemembasahan/penggenangan tanah kosong/tanah berumput liar disekitar rumah anda dengan air campuran pestisida atau pestisida jenis tertentu hal ini dikarenakan Tomcat membuat sarang hingga 10 cm didalam tanah. Setelah itu anda dapat melakukan  usaha preventif dengan  penyemprotan insektisida pada halaman/taman rumah anda secara berkala untuk mencegah Tomcat datang dan bersarang di halaman rumah anda.

 

Untuk dua tujuan diatas kami sarankan  anda untuk menggunakan pestisida yang mempunyai sifat sitemik dan kontak.

Sifat kontak yang digunakan untuk pembasahan / penggenangan akan menyebabkan serangga yang terkena pestisida  secara langsung segera mati.

Sedangkan Sifat sitemik yang digunakan untuk mencegah datangnya Tomcat ke Halaman rumah anda akan membawa racun insektisida masuk ke dalam jaringan tanaman selama 1-2 minggu sehingga serangga yang menggigit/makan bagian dari tanaman anda dalam rentang waktu itu akan mati teracuni.

 

Jenis pestisida dengan 2 sifat diatas sangat mudah didapat di toko-toko pertanian. Salah satu contohnya adalah  insektisida berbahan aktif Chlorpyriphos  dan Imidacloprid, selain harganya yang cukup terjangkau kami  rasa cukup mampu untuk pencegahan penyebaran tomcat di rumah anda.

 

Salah satu contoh dua produk diatas adalah dengan menggunakan pestisida Thuk Zhe Pen 420 EC (Cholrpyrifos 420 EC) dan Imar 200 SL ( Imidacloprid 200 SL)

 

Cara Penggunaan
1. Perendaman:
Thuk Zhe Pen 420 EC:
Spesifikasi: Bahan Akfif : Cholrpyrifos 420 EC
Sifat :  Kontak
Manufacture: Made In Taiwan

 

- Dosis 0.5-1ml Chlorpyrifos 420EC) per 1 liter air diguyurkan ke permukaan tanah/rumput dimana resapan air akan membunuh Tomcat yg bersarang di dalam tanah (Tomcat bersarang hingga 7.5-10cm kedalam tanah). 
Pengguyuran merata (biasanya butuh pengulangan 2-3 kali) tergantung dengan intensitas serangan Tomcat dan cara pengguyuran anda
Banyaknya obat+air yg dibutuhkan per m2:
Untuk 1 m2 tanah/halaman dengan kedalaman 1 cm dibutuhkan 10 ltr campuran obat+air
Berdasarkan hitungan matematis dibutuhkan perendaman hingga kedalaman "minimal" 3 cm untuk membersihkan sarang tomcat di dlm tanah dengan harapan gaya gravitasi air dpt mengalir hingga kedalaman 7 cm di dalam tanah(tergantung struktur tanah anda)
Kesimpulan: 
Perendaman per m2 dengan kedalaman 3 cm dibutuhkan min 30 liter (obat+air).

 

2. Pencegahan dengan cara penyemprotan
Imar 200 SL
Spesifikasi: Bahan Akfif : Imidacloprid 200 SL
Sifat :  Sistemik
Manufacture: Made In Taiwan

 

- Dosis campuran 2 ml (Imidacloprid 200EC) per 1 liter air untuk disemprotkan ke tanaman anda secara berkala (1-4 kali sebulan) untuk membunuh kutu-kutuan & kumbang yang mengganggu kesehatan anak & keluarga anda serta menjadi makanan atau attractant dari Tomcat (predator).  Dengan bersihnya halaman anda dari serangga makanan tomcat maka akan menghilangkan ketertarikan tomcat untuk bersarang di halaman rumah anda

Produk ini bisa dengan mudah anda dapatkan di toko-toko pertanian di sekitar tempat anda. Hanya  pastikan anda membeli produk yang berkualitas untuk hasil yang memuaskan.

Sekedar masukan, jika anda memiliki taman di rumah anda ada baiknya anda paham mengenai pestisida yang dibutuhkan serta dilakukan penyemprotan secara berkala. Hal ini dapat mencegah penyebaran serangga-serangga yang tidak diinginkan seperti ulat bulu dan kutu kutuan di halaman rumah anda yang tentunya sangat mengganggu keluarga dan anak-anak anda.
Artikel: Pesticide Mixing / Mencampur Pestisida Rp.0

Artikel: Pesticide Mixing / Mencampur Pestisida

Artikel: Pesticide Mixing / Mencampur Pestisida

Quantity

Price: Rp. 0,00

Loading Updating cart...

Info Cara Pembelian

1. Tekan tombol "Buy" , selanjutnya akan muncul pop up (halaman baru).
2. Isikan Quantity yang anda inginkan lalu tekan "Add to Cart" dan klik tanda " X "
3. Lanjutkan order barang lainnya atau klik "Checkout" di bagian atas halaman utama.

Artikel: Pesticide Mixing / Mencampur Pestisida

Rp.0
Author

Marilah Berbagi Pandangan dan Pengalaman Anda 

Mohon isikan komentar anda pada kolom komentar dibawah ini untuk berbagi pandangan dan pengalaman anda masing masing.


Apakah diperbolehkan mencampur beberapa macam pestisida dalam sekali penyemprotan ?

Pandangan dari seorang Praktisi yang bukan seorang Ahli.

Pesticide Mixing adalah trend yang semakin popular akhir akhir ini seiring dengan semakin resisten nya tanaman akibat penyemprotan hama yang tidak mengikuti dosis anjuran.

Pesticide atau Pestisida merupakan komposisi dari bahan aktif dan bahan pembawa. Dimana bahan aktif dan pembawa itu pun terdiri dari bermacam macam pilihan. Contohnya bahan aktif dengan kemurnian 97% tentunya berbeda dengan bahan aktif dengan kemurnian 85%, disamping itu bahan pembawa pun terdiri dari bermacam macam pilihan, dari yang bagus dan tidak panas atau yang jelek dan panas untuk tanaman hingga toxic pada tanaman .

 

Dari sini sudah dapat dilihat kemungkinan pencampuran yang sangat kompleks. Sebagai analoginya, pencampuran 2 merek berbeda dari jenis pestisida abamectin akan menghasilkan abamectin ketiga dengan hasil yang berbeda dari abamectin pertama dan kedua. "Pemcampuran sesama jenis pestisida"(A)

 

Selanjutnya pestisida pun memiliki berbagai macam bentuk fisik, ada yang SL (Soluble Liquid - Cairan), EC ( Emulsion Concentrate –Cairan yang berubah menjadi warna putih susu setelah terkena air), WP (Wettable Powder), G (Garnule-Butiran), dan lain lain. (B)

 

Disamping itu pestisida pun memiliki berbagai jenis: Organofosfat, organoklorin, karbamat, pirethroid sintetik, dan lain lain. (C)

 

Sepengetahuan saya, semua bahan kimia memiliki batas optimum komposisi untuk dapat mencapai hasil yang diinginkan secara maksimal, sebagai contohnya abamectin 1,8% cukup efektif. Jika kita naikkan dosis nya menjadi 2% akan masih efektif, selanjutnya kita naik kan terus menjadi 5% dan ternyata masih efektif, tapi mungkin lain ceritanya kalau kita naikkan menjadi 15% atau 30%. Ada kemungkinan akan menjadi toxic/beracun bagi tanaman. (D)

 

Dari kemungkinan (A), (B), (C), dan (D) maka akan sangat banyak kemungkinan yang dapat terjadi dari mixing pestisida. Kemungkinan kemungkinan ini dapat menjadi positif ataupun negative. Inilah sebabnya banyak artikel yang mengatakan pencampuran pestisida 1+1 belum tentu = 2, yang terjadi adalah 1+1=3 ( jika pencampuran ini efektif) atau 1+1=1 (jika pencampuran ini kurang efektif), maupun 1+1=0 ( membunuh satu sama lain), yang terparah adalah 1+1= "-" ( beracun terhadap tanaman). Dapat dibayangkan jika pencampuran ini bukan antar dua jenis pestisida (1+1) tetapi lima macam seperti yang terjadi di lapangan (1+1+1+1+1=???).

 

Pencampuran pestisida harus melalui riset yang mendalam serta tahap uji berkali kali. Pencampuran ini tentunya bukan asal mencampurkan antara satu pestisida dan pestisida lainnya, tetapi harus diperhatikan sifatnya, komposisi campurannya hingga daya tahannya untuk tidak berubah bentuk atau efektifitas hingga waktu kedaluwarsa pestisida tersebut (biasanya 2 tahun). Tentunya hal ini hanya dapat dilakukan oleh lembaga riset atau perusahaan yang memiliki lembaga riset sendiri. Akan sangat susah diukur keefektifannya jika dilakukan masing masing individu petani.

 

Jadi secara pribadi saya tidak setuju jika pencampuran ini dilakukan dengan alasan untuk meningkatkan kemampuan pestisida, satu satunya alasan yang menurut saya masih layak diterima adalah demi efisiensi, jadi daripada petani tiap hari melakukan penyemprotan dengan pestisida yang berbeda, maka mereka dapat melakukan penyemprotan 3 hari sekali dengan menggunakan mixing pestisida. Dengan demikian meskipun pestisida tersebut menjadi kurang efektif tetapi masih ada nilai plus dalam hal efisiensi tenaga atau biaya semprot.

 

Jika harus mencampur maka perlu diperhatikan untuk mencampur pestisida berbentuk tepung terlebih dahulu, setelah itu baru dimasukkan pestisida berbentuk cairan dan paling akhir adalah perekat atau perata.usahakan Untuk tidak mencampur lebih dari 3 macam jenis pestisida. Campuran ini harus disemprotkan hingga habis dalam waktu kurang dari 1 hari. Usahakan campuran dari produk dengan satu perusahaan ataupun perusahaan lain yang anda sudah mengenal kualitasnya. Pencampuran yang salah akan menurunkan kualitas pestisida utama anda ketika dicampur dengan pestisida lainnya yang kurang berkualitas (Contoh mengenai hal ini tentunya tidak dapat saya ungkap disini). Pencampuran membutuhkan pengalaman dan biasa dilakukan oleh para petani yang telah berpengalaman.

 

Ada mitos yang mengatakan insektisida tidak dapat dicampur dengan fungisida, pencampuran ini akan membuat fungisida menjadi tidak efektif, tetapi sekali lagi perlu dilakukan penelitian mendalam mengenai hal ini.

 

Tindakan berjaga jaga, jika seandainya karena satu dan lain hal terjadi teknik pencampuran yang salah dan bersifat toxic terhadap tanaman, segera lakukan pembilasan tanaman dengan air sebanyak banyaknya. Semoga membantu

                                                                               

 

Artikel: Apakah Negara kita adalah Negara Agraris? Rp.0

Artikel: Apakah Negara kita adalah Negara Agraris?

Artikel: Apakah Negara kita adalah Negara Agraris?

Quantity

Price: Rp. 0,00

Loading Updating cart...

Info Cara Pembelian

1. Tekan tombol "Buy" , selanjutnya akan muncul pop up (halaman baru).
2. Isikan Quantity yang anda inginkan lalu tekan "Add to Cart" dan klik tanda " X "
3. Lanjutkan order barang lainnya atau klik "Checkout" di bagian atas halaman utama.

Artikel: Apakah Negara kita adalah Negara Agraris?

Rp.0
Author

Marilah Berbagi Pandangan dan Pengalaman Anda 

Mohon isikan komentar anda pada kolom komentar dibawah ini untuk berbagi pandangan dan pengalaman anda masing masing.

 

Apakah Negara kita adalah Negara Agraris?

Pandangan dari seorang Praktisi yang bukan seorang Ahli.

 

Negara kita menganut asas “Demokrasi” dalam hal pertanian, jadi disini terserah petani mau menanam apa dan mau menyemprot dengan cara atau dosis bagaimana pada saat apapun. Demikian juga dengan Harga panen yang juga sangat “Demokratis”, kadang naik kadang turun dengan ekstream. Sebagai contohnya, tanaman bawang merah dan cabe biasanya naik pada saat menjelang hari lebaran, maka petani akan berbondong bondong menanam cabe dan bawang merah menyambut hari lebaran. Tetapi ada ancaman lain dimana panen yang berlebihan akan menyebabkan harga menjadi turun; disamping itu para importir juga siap mendatangkan ber ton –ton bawang merah dari luar negeri menyambut hari raya lebaran.

 

Melihat fenomena ini sebagian petani berinisiatif untuk menanam terlebih dahulu atau terlambat dari masa tanam raya. Harapan mereka untuk dapat panen pada masa tidak terlalu banyak kompetisi maka saat itu harga akan melonjak naik. Prinsip hukum supply dan demand yang sederhana.

 

Sebenarnya menurut saya, seorang praktisi yang bukan seorang ahli, Petani adalah seorang “risk taker” yang sangat berani jauh melebihi pemain-pemain saham di Bursa Efek. Mereka harus bisa membaca situasi, mempertaruhkan segalanya (kadang hingga harus berhutang), dan melawan alam yang notabene sangat susah diprediksi. Terlepas dari semua itu, masih ada intervensi “negative” dari pemerintah. Tidak seperti perdagangan saham yang kadang meskipun hancur merugi pun maka pemerintah siap untuk menopang naik.

 

Kadang kami sangat miris melihat kondisi ini, Negara kita yang katanya Negara Agraris, dimana notabene mayoritas penduduknya adalah petani, tetapi tidak ada keterpihakan pada petani. Bisa dilihat pada saat harga-harga naik membubung tinggi, pada saat petani tersenyum bahagia, maka akan datang intervensi dari pemerintah untuk operasi pasar “menjaga kestabilan harga” dan import produk produk pertanian dengan dalih mencukupi kebutuhkan “rakyat”. “Rakyat” yang mana? Jika kita menyebut sebagai Negara agraris, maka mayoritas rakyat kita adalah Petani, jadi sebenarnya yang dimaksut “rakyat” disini itu rakyat mayoritas atau minoritas? Mohon maaf, kadang kita kesusahan membeli kebutuhan pokok karena harga yang membubung tinggi, tapi kalau kita lihat dari sisi sebaliknya, harga tinggi ini adalah saat dimana petani dapat tersenyum setelah berbulan-bulan menanam bahkan merugi. Sebagai penduduk kota kita mendapatkan “keistimewaan” untuk berteriak, dan media serta pemerintah yang notabene sama sama penduduk kota akan mendukung dan mengamini kita, tetapi dimanakah media dan pemerintah pada saat harga merosot tajam dan petani berbulan bulan merugi? Adakah media yang konsern pada masalah ini dan berusaha mendongkrak naik harga pasar atau pemerintah dan wakil rakyat yang konsern pada masalah ini dan mengadakan operasi pasar untuk menaikkan harga? Adakah invervensi “ positive” yang sangat dibutuhkan petani?

 

Coba kita perhatikan sekeliling kita, laporan harga komoditi bahan pokok selalu dititik beratkan pada harga yang membumbung tinggi dan menyusahkan rakyat serta diharapkan pemerintah untuk segera  mengambil kendali? Di sisi lain, adakah laporan yang mengulas dari arah sebaliknya ? Harga berapa yang dibutuhkan petani untuk tidak merugi?

 

Intervensi pasar senantiasa dilakukan menjelang hari raya agar harga tidak membumbung tinggi tapi intervensi dari pemerintah tidak pernah dilakukan ketika harga harga turun drastis pada titik terendah? Apakah karena petani kita adalah orang yang “Nerimo” dan tidak kritis maka nasibnya boleh dibiarkan seperti ini? Maka janganlah kaget jika dalam beberapa tahun kedepan semakin banyak orang yang tidak mau bertani, dan secara lambat tapi pasti Negara kita yang katanya Agraris akan semakin tergantung dari Negara lain.

 

Sekali lagi ini adalah pandangan seorang praktisi yang bukan seorang ahli, seharusnya banyak ahli ahli diluar sana yang bisa lebih mengerti permasalahan dan peka terhadap permasalahan petani. Alangkah indahnya jika pemerintah dapat menjaga kestabilan harga panen petani dan menampung hasil panen petani ketika harga merosot drastis sama seperti ketika pemerintah melakukan operasi pasar ketika harga naik membumbung tinggi.

 

Berangkat dari keadaan diatas maka Petani harus mengupayakan segala cara agar bisa bertahan hidup. Efeknya sungguh kompleks. Penanaman yang tidak serempak diluar musim tanam raya menyebabkan hama menjadi tidak terkontrol, penyemprotan pestisida di satu lahan akan mengusir hama ke lahan yang lain dan sebagian akan membuat hama tersebut mutant terhadap pestisida. Disamping itu jika harga melonjak naik pada saat menjelang musim panen maka petani akan melakukan penyemrotan lebih dari dosis normal dan berkali kali  dikarenakan petani tidak mau ada sedikitpun resiko yang dapat menyerang tanaman mereka dan menyebabkan nilai panen mereka menjadi turun, bukankan kebiasaaan kita bahwa sayur dan buah yang mulus nilainya lebih tinggi dari buah atau sayur yang berlubang?

 

Bagaikan lingkaran setan, dengan ilmu yang minim banyak petani berusaha meningkatkan dosis pemakaian pestisida akibat hama yang semakin resistan dari satu musim ke musim lainnya, setelah tidak ada jalan lain maka petani mulai dengan efek penyampuran dua jenis pestisida, tiga, hingga 5 jenis pestisida. Bukan berarti 5 jenis pestisida maka dosis masing masing akan 1/5 dari dosis yang dianjurkan, yang terjadi di lapangan pencampuran 5 jenis pestisida berarti penyemprotan dengan 5 kali dosis yang dianjurkan.

 

Apakah petani dapat disalahkan dalam hal ini ? mereka hanya bertahan hidup dari tekanan dari berbagai macam keadaaan? Siapakah yang harus bertanggung jawab dan mengambil langkah kongret kedepan?

 

Sekali lagi ini adalah pandangan seorang praktisi yang bukan seorang ahli, semoga para ahli dapat lebih berpihak pada para petani kita yang notabene adalah mayoritas Rakyat Indonesia.

 

 

Artikel: Is Pesticide Safe ? Rp.0

Artikel: Is Pesticide Safe ?

Artikel: Is Pesticide Safe ?

Quantity

Price: Rp. 0,00

Loading Updating cart...

Info Cara Pembelian

1. Tekan tombol "Buy" , selanjutnya akan muncul pop up (halaman baru).
2. Isikan Quantity yang anda inginkan lalu tekan "Add to Cart" dan klik tanda " X "
3. Lanjutkan order barang lainnya atau klik "Checkout" di bagian atas halaman utama.

Artikel: Is Pesticide Safe ?

Rp.0
Users

Marilah Berbagi Pandangan dan Pengalaman Anda 

Mohon isikan komentar anda pada kolom komentar dibawah ini untuk berbagi pandangan dan pengalaman anda masing masing.

 

Apakah pendapat anda mengenai pestisida ?...
Setujukah anda dengan penggunaan pestisida ?....
Tidak setujukah anda dengan penggunaan pestisida?...

 

Marilah kita berbagi pendapat masing masing untuk lebih mengerti mengenai kegunaan pestisida dalam kehidupan sehari hari.

 

Banyak kejadian di belahan dunia ini dimana efek mengerikan pada bayi terjadi akibat penggunaan pestisida yang tidak pada tempatnya , kadang kita berpikir bagaimana jika ini terjadi pada keluarga kita, haruskah kita membeli sayuran organik yang mahal pada saat istri sedang hamil?

 

Banyak dari wanita hamil di kota kota besar mencoba untuk mengkonsumsi  sayuran organik dengan alih alih untuk kebaikan janin yang dikandungnya. Tapi apakah setelah anak anda lahir maka anda dapat beralih ke sayuran non organik dengan dalih penghematan ?

 

Mungkin benar bahwa secara fisik sangat kecil kemungkinannya bahwa sayuran itu berpengaruh pada anak kita, tapi yakinkah anda dengan pertumbuhan didalam tubuh anak kita seperti bagian otak, lambung, Ginjal, dan lain lain yang secara notabene tidak nampak oleh mata kita.

 

Jika berpengaruh pada anak kecil maka pertanyaan selanjutnya adalah apakah tidak berpengaruh pada orang dewasa, suami atau istri  kita dalam jangka waktu beberapa puluh tahun kedepan ?
Haruskah kita selalu mengkonsumsi sayuran organik yang harganya berlipat lipat lebih mahal dibandingkan sayuran biasa ?

 

 

Disamping itu ada analogi lain yang mengatakan bahwa sayuran organik hanyalah untuk orang orang berduit dimana kita aman-aman saja mengkonsumsi sayuran non organik, toh kakek nenek kita juga sehat-sehat saja, bapak ibu kita juga sehat-sehat saja, saya pun juga sehat-sehat saja, jadi anak-anak kita juga pasti akan sehat sehat saja.

 

Seperti yang kami sampaikan bahwa sayuran organik lebih mahal daripada sayuran lainnya dikarenakan biaya perawatan dan produktifitas yang jauh lebih rendah dibanding sayuran dengan penggunaan pestisida dan pupuk.

 

Seperti juga manusia, maka diperlukan obat obatan dan vitamin serta suplemen agar balita dan anak-anak dapat tumbuh sehat dan besar, orang tua pun memerlukan vitamin dan suplemen untuk meningkatkan kualitas hidupnya. Maka seperti tanaman, jika ingin tumbuh sehat dan terawat maka diperlukan obat obatan dan vitamin agar dapat tumbuh sempurna jika tidak maka akan terkena seleksi alam dan mati.

 

Dapat dibayangkan apakah mungkin manusia hidup tanpa sakit ?
Jawabannya adalah bisa, dengan syarat harus ditempatkan dalam ruangan steril tanpa boleh ada kuman, bakteri, atau virus yang masuk. ruangan ini biasanya digunakan dalam rumah sakit dan tempat tertentu yang tentunya memerlukan biaya tinggi.

 

Dengan menggunakan analogi ini maka dibuatlah rumah kaca untuk produksi masal tanaman "Pesticide Free" atau "Organik". Ide dasarnya adalah menghindari penyebaran penyakit dengan menciptakan ruang karantina pada tanaman (rumah kaca). tentunya ini membutuhkan biaya yang cukup signifikan dan berimbas pada harga sayuran bebas pestisida atau sayuran organik.
Solusi dari masalah diatas adalah menanam sayuran bebas pestisida atau organik di taman anda sendiri, dimana rumah anda secara tidak langsung berfungsi sebagai dinding penghalang hama/virus tanaman  untuk menulari tanaman anda (memiliki unsur perlindungan seperti fungsi dasar rumah kaca). disamping itu karena kita tinggal di kota, maka lokasi kita sangat jauh dari daerah endemic hama tanaman di lahan lahan pertanian atau sawah.

 

Disamping dua solusi diatas, apakah ada jalan keluar lainnya jika kita tidak mau menanam sendiri di rumah tetapi juga merasa keberatan dengan  harga sayuran organik yang berlipat lipat diatas harga sayuran biasa ?

 

Tolong tuangkan komentar dan pendapat anda mengenai solusi, pengalaman dan pemahaman mendalam anda  mengenai pestisida.

 

“Marilah Kita berbagi untuk generasi masa depan kita"

Artikel: Let’s Go Green Rp.0

Artikel: Let’s Go Green

Artikel: Let’s Go Green

Quantity

Price: Rp. 0,00

Loading Updating cart...

Info Cara Pembelian

1. Tekan tombol "Buy" , selanjutnya akan muncul pop up (halaman baru).
2. Isikan Quantity yang anda inginkan lalu tekan "Add to Cart" dan klik tanda " X "
3. Lanjutkan order barang lainnya atau klik "Checkout" di bagian atas halaman utama.

Artikel: Let’s Go Green

Rp.0

Marilah berbagi pandangan dan Pengalaman Anda 

Mohon isikan komentar anda pada kolom komentar dibawah ini untuk berbagi pandangan dan pengalaman anda masing masing.

 

Kadang kita berpikir bahwa untuk mencapai suatu tujuan besar maka diperlukan suatu usaha bersama yang bersifat masal dan besar, maka kadang jika kita mendengar ajakan untuk "GO GREEN" atau "SAFE OUR ENVIRONMENT" kadang kita merasa skeptis, apalah arti usaha seorang "SAYA" dibandingkan dengan milyaran penduduk dunia yang seolah olah tidak peduli dengan kondisi Bumi ini.

 

 

Kami ingin berbagi pendapat, masukan dan pengalaman dari semua orang yang peduli mengenai solusi nyata dalam membuat lingkungan kita menjadi lebih hijau dan udara yang kita hirup menjadi lebih bersih serta makanan yang kita makan menjadi lebih sehat.

 

"Janganlah Peduli Dengan Orang Yang Tidak Peduli"

 

Mari kita mulai langkah nyata penghijauan di rumah kita masing masing yang efeknya dapat secara "NYATA" dinikmati anak dan suami atau istri kita. Marilah kita hijaukan taman kita dengan sayuran segar dan terkontrol / organik yang secara tidak langsung juga membuat udara di lingkungan kita menjadi lebih segar, makanan kita menjadi lebih sehat, dan dalam sekala lebih jauh juga berperan aktif dalam membuat bumi kita lebih hijau dengan aksi "NYATA" 

 

Hanya Butuh Satu Langkah untuk Memulai Perjalanan Sepanjang Ribuan Kilometer

best wordpress themes - wordpress themes 2012 - wordpress travel themes