Artikel: Pesticide Mixing / Mencampur Pestisida

Author

Marilah Berbagi Pandangan dan Pengalaman Anda  Mohon isikan komentar anda pada kolom komentar dibawah ini untuk berbagi pandangan dan pengalaman anda masing masing. Apakah diperbolehkan mencampur beberapa macam pestisida dalam sekali penyemprotan ? Pandangan dari seorang Praktisi yang bukan seorang Ahli. Pesticide atau Pestisida merupakan komposisi dari bahan aktif dan bahan pembawa. Dimana bahan aktif […]

        Buy

Artikel: Pesticide Mixing / Mencampur Pestisida

Quantity

Price: Rp. 0,00

Loading Updating cart...

Info Cara Pembelian

1. Tekan tombol "Buy" , selanjutnya akan muncul pop up (halaman baru).
2. Isikan Quantity yang anda inginkan lalu tekan "Add to Cart" dan klik tanda " X "
3. Lanjutkan order barang lainnya atau klik "Checkout" di bagian atas halaman utama.

Artikel: Pesticide Mixing / Mencampur Pestisida

Rp.0
Author

Marilah Berbagi Pandangan dan Pengalaman Anda 

Mohon isikan komentar anda pada kolom komentar dibawah ini untuk berbagi pandangan dan pengalaman anda masing masing.


Apakah diperbolehkan mencampur beberapa macam pestisida dalam sekali penyemprotan ?

Pandangan dari seorang Praktisi yang bukan seorang Ahli.

Pesticide Mixing adalah trend yang semakin popular akhir akhir ini seiring dengan semakin resisten nya tanaman akibat penyemprotan hama yang tidak mengikuti dosis anjuran.

Pesticide atau Pestisida merupakan komposisi dari bahan aktif dan bahan pembawa. Dimana bahan aktif dan pembawa itu pun terdiri dari bermacam macam pilihan. Contohnya bahan aktif dengan kemurnian 97% tentunya berbeda dengan bahan aktif dengan kemurnian 85%, disamping itu bahan pembawa pun terdiri dari bermacam macam pilihan, dari yang bagus dan tidak panas atau yang jelek dan panas untuk tanaman hingga toxic pada tanaman .

 

Dari sini sudah dapat dilihat kemungkinan pencampuran yang sangat kompleks. Sebagai analoginya, pencampuran 2 merek berbeda dari jenis pestisida abamectin akan menghasilkan abamectin ketiga dengan hasil yang berbeda dari abamectin pertama dan kedua. "Pemcampuran sesama jenis pestisida"(A)

 

Selanjutnya pestisida pun memiliki berbagai macam bentuk fisik, ada yang SL (Soluble Liquid - Cairan), EC ( Emulsion Concentrate –Cairan yang berubah menjadi warna putih susu setelah terkena air), WP (Wettable Powder), G (Garnule-Butiran), dan lain lain. (B)

 

Disamping itu pestisida pun memiliki berbagai jenis: Organofosfat, organoklorin, karbamat, pirethroid sintetik, dan lain lain. (C)

 

Sepengetahuan saya, semua bahan kimia memiliki batas optimum komposisi untuk dapat mencapai hasil yang diinginkan secara maksimal, sebagai contohnya abamectin 1,8% cukup efektif. Jika kita naikkan dosis nya menjadi 2% akan masih efektif, selanjutnya kita naik kan terus menjadi 5% dan ternyata masih efektif, tapi mungkin lain ceritanya kalau kita naikkan menjadi 15% atau 30%. Ada kemungkinan akan menjadi toxic/beracun bagi tanaman. (D)

 

Dari kemungkinan (A), (B), (C), dan (D) maka akan sangat banyak kemungkinan yang dapat terjadi dari mixing pestisida. Kemungkinan kemungkinan ini dapat menjadi positif ataupun negative. Inilah sebabnya banyak artikel yang mengatakan pencampuran pestisida 1+1 belum tentu = 2, yang terjadi adalah 1+1=3 ( jika pencampuran ini efektif) atau 1+1=1 (jika pencampuran ini kurang efektif), maupun 1+1=0 ( membunuh satu sama lain), yang terparah adalah 1+1= "-" ( beracun terhadap tanaman). Dapat dibayangkan jika pencampuran ini bukan antar dua jenis pestisida (1+1) tetapi lima macam seperti yang terjadi di lapangan (1+1+1+1+1=???).

 

Pencampuran pestisida harus melalui riset yang mendalam serta tahap uji berkali kali. Pencampuran ini tentunya bukan asal mencampurkan antara satu pestisida dan pestisida lainnya, tetapi harus diperhatikan sifatnya, komposisi campurannya hingga daya tahannya untuk tidak berubah bentuk atau efektifitas hingga waktu kedaluwarsa pestisida tersebut (biasanya 2 tahun). Tentunya hal ini hanya dapat dilakukan oleh lembaga riset atau perusahaan yang memiliki lembaga riset sendiri. Akan sangat susah diukur keefektifannya jika dilakukan masing masing individu petani.

 

Jadi secara pribadi saya tidak setuju jika pencampuran ini dilakukan dengan alasan untuk meningkatkan kemampuan pestisida, satu satunya alasan yang menurut saya masih layak diterima adalah demi efisiensi, jadi daripada petani tiap hari melakukan penyemprotan dengan pestisida yang berbeda, maka mereka dapat melakukan penyemprotan 3 hari sekali dengan menggunakan mixing pestisida. Dengan demikian meskipun pestisida tersebut menjadi kurang efektif tetapi masih ada nilai plus dalam hal efisiensi tenaga atau biaya semprot.

 

Jika harus mencampur maka perlu diperhatikan untuk mencampur pestisida berbentuk tepung terlebih dahulu, setelah itu baru dimasukkan pestisida berbentuk cairan dan paling akhir adalah perekat atau perata.usahakan Untuk tidak mencampur lebih dari 3 macam jenis pestisida. Campuran ini harus disemprotkan hingga habis dalam waktu kurang dari 1 hari. Usahakan campuran dari produk dengan satu perusahaan ataupun perusahaan lain yang anda sudah mengenal kualitasnya. Pencampuran yang salah akan menurunkan kualitas pestisida utama anda ketika dicampur dengan pestisida lainnya yang kurang berkualitas (Contoh mengenai hal ini tentunya tidak dapat saya ungkap disini). Pencampuran membutuhkan pengalaman dan biasa dilakukan oleh para petani yang telah berpengalaman.

 

Ada mitos yang mengatakan insektisida tidak dapat dicampur dengan fungisida, pencampuran ini akan membuat fungisida menjadi tidak efektif, tetapi sekali lagi perlu dilakukan penelitian mendalam mengenai hal ini.

 

Tindakan berjaga jaga, jika seandainya karena satu dan lain hal terjadi teknik pencampuran yang salah dan bersifat toxic terhadap tanaman, segera lakukan pembilasan tanaman dengan air sebanyak banyaknya. Semoga membantu

                                                                               

 

Marilah Berbagi Pandangan dan Pengalaman Anda 

Mohon isikan komentar anda pada kolom komentar dibawah ini untuk berbagi pandangan dan pengalaman anda masing masing.


Apakah diperbolehkan mencampur beberapa macam pestisida dalam sekali penyemprotan ?

Pandangan dari seorang Praktisi yang bukan seorang Ahli.

Pesticide Mixing adalah trend yang semakin popular akhir akhir ini seiring dengan semakin resisten nya tanaman akibat penyemprotan hama yang tidak mengikuti dosis anjuran.
Pesticide atau Pestisida merupakan komposisi dari bahan aktif dan bahan pembawa. Dimana bahan aktif dan pembawa itu pun terdiri dari bermacam macam pilihan. Contohnya bahan aktif dengan kemurnian 97% tentunya berbeda dengan bahan aktif dengan kemurnian 85%, disamping itu bahan pembawa pun terdiri dari bermacam macam pilihan, dari yang bagus dan tidak panas atau yang jelek dan panas untuk tanaman hingga toxic pada tanaman .

 

Dari sini sudah dapat dilihat kemungkinan pencampuran yang sangat kompleks. Sebagai analoginya, pencampuran 2 merek berbeda dari jenis pestisida abamectin akan menghasilkan abamectin ketiga dengan hasil yang berbeda dari abamectin pertama dan kedua. “Pemcampuran sesama jenis pestisida”(A)

 

Selanjutnya pestisida pun memiliki berbagai macam bentuk fisik, ada yang SL (Soluble Liquid – Cairan), EC ( Emulsion Concentrate –Cairan yang berubah menjadi warna putih susu setelah terkena air), WP (Wettable Powder), G (Garnule-Butiran), dan lain lain. (B)

 

Disamping itu pestisida pun memiliki berbagai jenis: Organofosfat, organoklorin, karbamat, pirethroid sintetik, dan lain lain. (C)

 

Sepengetahuan saya, semua bahan kimia memiliki batas optimum komposisi untuk dapat mencapai hasil yang diinginkan secara maksimal, sebagai contohnya abamectin 1,8% cukup efektif. Jika kita naikkan dosis nya menjadi 2% akan masih efektif, selanjutnya kita naik kan terus menjadi 5% dan ternyata masih efektif, tapi mungkin lain ceritanya kalau kita naikkan menjadi 15% atau 30%. Ada kemungkinan akan menjadi toxic/beracun bagi tanaman. (D)

 

Dari kemungkinan (A), (B), (C), dan (D) maka akan sangat banyak kemungkinan yang dapat terjadi dari mixing pestisida. Kemungkinan kemungkinan ini dapat menjadi positif ataupun negative. Inilah sebabnya banyak artikel yang mengatakan pencampuran pestisida 1+1 belum tentu = 2, yang terjadi adalah 1+1=3 ( jika pencampuran ini efektif) atau 1+1=1 (jika pencampuran ini kurang efektif), maupun 1+1=0 ( membunuh satu sama lain), yang terparah adalah 1+1= “-” ( beracun terhadap tanaman). Dapat dibayangkan jika pencampuran ini bukan antar dua jenis pestisida (1+1) tetapi lima macam seperti yang terjadi di lapangan (1+1+1+1+1=???).

 

Pencampuran pestisida harus melalui riset yang mendalam serta tahap uji berkali kali. Pencampuran ini tentunya bukan asal mencampurkan antara satu pestisida dan pestisida lainnya, tetapi harus diperhatikan sifatnya, komposisi campurannya hingga daya tahannya untuk tidak berubah bentuk atau efektifitas hingga waktu kedaluwarsa pestisida tersebut (biasanya 2 tahun). Tentunya hal ini hanya dapat dilakukan oleh lembaga riset atau perusahaan yang memiliki lembaga riset sendiri. Akan sangat susah diukur keefektifannya jika dilakukan masing masing individu petani.

 

Jadi secara pribadi saya tidak setuju jika pencampuran ini dilakukan dengan alasan untuk meningkatkan kemampuan pestisida, satu satunya alasan yang menurut saya masih layak diterima adalah demi efisiensi, jadi daripada petani tiap hari melakukan penyemprotan dengan pestisida yang berbeda, maka mereka dapat melakukan penyemprotan 3 hari sekali dengan menggunakan mixing pestisida. Dengan demikian meskipun pestisida tersebut menjadi kurang efektif tetapi masih ada nilai plus dalam hal efisiensi tenaga atau biaya semprot.

 

Jika harus mencampur maka perlu diperhatikan untuk mencampur pestisida berbentuk tepung terlebih dahulu, setelah itu baru dimasukkan pestisida berbentuk cairan dan paling akhir adalah perekat atau perata.usahakan Untuk tidak mencampur lebih dari 3 macam jenis pestisida. Campuran ini harus disemprotkan hingga habis dalam waktu kurang dari 1 hari. Usahakan campuran dari produk dengan satu perusahaan ataupun perusahaan lain yang anda sudah mengenal kualitasnya. Pencampuran yang salah akan menurunkan kualitas pestisida utama anda ketika dicampur dengan pestisida lainnya yang kurang berkualitas (Contoh mengenai hal ini tentunya tidak dapat saya ungkap disini). Pencampuran membutuhkan pengalaman dan biasa dilakukan oleh para petani yang telah berpengalaman.

 

Ada mitos yang mengatakan insektisida tidak dapat dicampur dengan fungisida, pencampuran ini akan membuat fungisida menjadi tidak efektif, tetapi sekali lagi perlu dilakukan penelitian mendalam mengenai hal ini.

 

Tindakan berjaga jaga, jika seandainya karena satu dan lain hal terjadi teknik pencampuran yang salah dan bersifat toxic terhadap tanaman, segera lakukan pembilasan tanaman dengan air sebanyak banyaknya. Semoga membantu

                                                                               

 

Submit a Comment

Your email address will not be published.

Rating

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

best wordpress themes - wordpress themes 2012 - wordpress travel themes